Tampilkan postingan dengan label Humor Dewasa. Tampilkan semua postingan
Malam Pertama
Bejo, yang baru saja menjalani malam pertama dengan Cecilia istrinya, terlihat gundah. Kepada Panjul, sahabatnya, Bejo bercerita tentang kejadian yang dialami usai berhubungan.
Bejo : Gila, kebiasaan yang kita lakukan saat bujangan dapat terjadi pada malam pengantin.
Panjul : Maksud kamu?
Bejo : Kamu kan tahu, sebelum menikah aku sering main perempuan.
Panjul : Bukankan kamu sudah niat mau berhenti?
Bejo : Memang iya, itu sudah lama aku jalani. Tapi, tadi malam aku khilaf.
Panjul : Jadi, semalam kamu ulangi lagi main perempuan? Bukankah semalam kamu baru menikah?
Bejo : Bukan !! Tanpa sadar, usai berhubungan dengan istriku, aku mengeluarkan uang Rp. 500.000,-
Panjul : Terus, Istri kamu ngamuk dong?
Bejo : Itulah masalahnya. Dalam keadaan separuh sadar dia menjawab : “Terima kasih, Mas. Besok datang lagi ya.."
Bejo : Gila, kebiasaan yang kita lakukan saat bujangan dapat terjadi pada malam pengantin.
Panjul : Maksud kamu?
Bejo : Kamu kan tahu, sebelum menikah aku sering main perempuan.
Panjul : Bukankan kamu sudah niat mau berhenti?
Bejo : Memang iya, itu sudah lama aku jalani. Tapi, tadi malam aku khilaf.
Panjul : Jadi, semalam kamu ulangi lagi main perempuan? Bukankah semalam kamu baru menikah?
Bejo : Bukan !! Tanpa sadar, usai berhubungan dengan istriku, aku mengeluarkan uang Rp. 500.000,-
Panjul : Terus, Istri kamu ngamuk dong?
Bejo : Itulah masalahnya. Dalam keadaan separuh sadar dia menjawab : “Terima kasih, Mas. Besok datang lagi ya.."
Tragedi Saat Main Golf
Cecilia dan beberapa temannya yang terdiri dari gadis-gadis cantik bermain golf di suatu Sabtu pagi yang cerah. Cecilia yang pertama memukul bola dan menyaksikan dengan ngeri saat bolanya langsung menuju ke arah Bejo dan ketiga rekannya yang sedang bermain di lubang berikutnya.
Ya memang, bola golf tersebut membentur Bejo, yang langsung menggenggam kedua tangannya di selangkangan, dan jatuh ke tanah serta terus berguling-guling kesakitan. Cecilia bergegas menuju Bejo dan segera mulai meminta maaf.
Lalu Cecilia berkata, "Perkenankan saya untuk membantu. Saya seorang terapis fisik dan saya tahu saya bisa mengurangi rasa sakit Anda bila Anda mengizinkan."
"Ummph, tidak, tidak, aku akan baik-baik saja... aku akan baik-baik saja dalam beberapa menit," jawab Bejo terengah-engah sambil tetap dalam posisi meringkuk dan masih menggenggam tangannya di selangkangannya.
Tapi karena merasa bersalah, Cecilia tetap bersikukuh, dan akhirnya Bejo mengijinkan untuk membantunya. Dengan lembut Cecilia memegang tangan Bejo menjauh dari selangkangan meletakkannya ke samping, Cecilia melonggarkan celana Bejo, dan lalu memasukkan tangannya ke dalam celana. Cecilia mulai memijatnya.
Cecilia kemudian bertanya, "Bagaimana rasanya?"
Bejo menjawab, "Rasanya menyenangkan, tapi ini ibu jari saya masih sakit sekali."
Ya memang, bola golf tersebut membentur Bejo, yang langsung menggenggam kedua tangannya di selangkangan, dan jatuh ke tanah serta terus berguling-guling kesakitan. Cecilia bergegas menuju Bejo dan segera mulai meminta maaf.
Lalu Cecilia berkata, "Perkenankan saya untuk membantu. Saya seorang terapis fisik dan saya tahu saya bisa mengurangi rasa sakit Anda bila Anda mengizinkan."
"Ummph, tidak, tidak, aku akan baik-baik saja... aku akan baik-baik saja dalam beberapa menit," jawab Bejo terengah-engah sambil tetap dalam posisi meringkuk dan masih menggenggam tangannya di selangkangannya.
Tapi karena merasa bersalah, Cecilia tetap bersikukuh, dan akhirnya Bejo mengijinkan untuk membantunya. Dengan lembut Cecilia memegang tangan Bejo menjauh dari selangkangan meletakkannya ke samping, Cecilia melonggarkan celana Bejo, dan lalu memasukkan tangannya ke dalam celana. Cecilia mulai memijatnya.
Cecilia kemudian bertanya, "Bagaimana rasanya?"
Bejo menjawab, "Rasanya menyenangkan, tapi ini ibu jari saya masih sakit sekali."
Senin, 22 September 2014
Posted by Gudang Humor
Kondom Terbang
Suatu malam Bejo baru saja pulang kerja dan lewat di depan rumah tetangganya ketika tiba-tiba saja sebuah kondom bekas melayang di depan mukanya. Dengan rasa marah campur malu, Bejo melihat kebalkon rumah tersebut dan segera mengetuk pintunya.
Setelah beberapa kali mengetuk pintu, keluarlah seorang laki-laki tua bernama Panjul. Bejo terlibat pembicaraan dengan Pak Panjul.
Bejo : "Pak Panjul, siapa yang sedang berada di ruangan atas rumah Bapak?"
Pak Panjul : "Saya rasa itu bukan urusan Anda sdr. Bejo, tapi karena Anda sangat ingin tahu yang berada di atas adalah anak lelaki dan menantu Saya. Sekarang apa mau Anda?"
"Saya cuma mau bilang kalau, calon cucu Anda baru saja terlempar dari balkon Anda dan Saya ingin mengembalikannya," jawab Bejo tenang sambil memberikan kondom bekas tersebut kepada Pak Panjul.
Setelah beberapa kali mengetuk pintu, keluarlah seorang laki-laki tua bernama Panjul. Bejo terlibat pembicaraan dengan Pak Panjul.
Bejo : "Pak Panjul, siapa yang sedang berada di ruangan atas rumah Bapak?"
Pak Panjul : "Saya rasa itu bukan urusan Anda sdr. Bejo, tapi karena Anda sangat ingin tahu yang berada di atas adalah anak lelaki dan menantu Saya. Sekarang apa mau Anda?"
"Saya cuma mau bilang kalau, calon cucu Anda baru saja terlempar dari balkon Anda dan Saya ingin mengembalikannya," jawab Bejo tenang sambil memberikan kondom bekas tersebut kepada Pak Panjul.
Belajar dari Alat Vital Laki-Laki
Profesor pakar management sebuah universitas jurusan psikologi anatomis berkata "Jika ingin menjadi pemimpin yang baik belajarlah dari alat vital laki-laki, yaitu:
1. Tidak pernah menonjolkan diri tapi tampil paling depan saat dibutuhkan.
2. Ada saatnya keras, ada saatnya lembut (menahan diri - tahu situasi).
3. Dapat melahirkan generasi penerus baru.
4. Bisa "menyerang" pihak lawan dengan tetap memberi kenyamanan.
5. Walau terjadi gesekan-gesekan antara kedua belah pihak, namun pada akhirnya semua bahagia.
6. Setelah sukses mencapai target, posisi dan kedudukan, tidak berbesar kepala atau sombong namun selalu mengecilkan diri.
1. Tidak pernah menonjolkan diri tapi tampil paling depan saat dibutuhkan.
2. Ada saatnya keras, ada saatnya lembut (menahan diri - tahu situasi).
3. Dapat melahirkan generasi penerus baru.
4. Bisa "menyerang" pihak lawan dengan tetap memberi kenyamanan.
5. Walau terjadi gesekan-gesekan antara kedua belah pihak, namun pada akhirnya semua bahagia.
6. Setelah sukses mencapai target, posisi dan kedudukan, tidak berbesar kepala atau sombong namun selalu mengecilkan diri.
Tes Sperma
Kakek Panjul, seorang kakek yang sudah berumur 75 tahun dateng ke dokter Bejo, langganannya untuk menghitung jumlah spermanya untuk mengetahui tingkat kesuburannya. Lalu si dokter Bejo ngasih sebuah botol kecil sambil bilang "Bawa botol ini kerumah, besok kembali lagi sambil bawa contoh spermanya ya kek".
Keesokan harinya kakek Panjul balik lagi ke tempat praktek dokter Bejo sambil memberikan botol kecil pengasih si dokter. Dokter Bejo heran ngeliat botolnya yang masih bersih dan kosong, lalu ditanyalah Kakek Panjulnya "kenapa kek kok kosong?"
Si kakek Panjul menjelaskan "Ya mau gimana lagi dok, saya udah coba pake tangan kanan saya, tangan kiri saya tapi tetep susah, lalu saya minta bantuan istri saya, istri saya coba pake tangannya terus pake mulutnya tetep susah juga, bahkan saya manggil tetangga saya si cecilia yang masih ABG tapi tetep aja susah"
Dengan kagetnya dokter Bejo bertanya lagi, "kakek manggil tetangga kakek yg masih ABG ???"
kakek Panjul-pun menjawab "Iya dok tapi tetep sekeras apapun kami mencobanya, kami tidak bisa membuka tutup botolnya, jadi ya masih kosong dok..."
Keesokan harinya kakek Panjul balik lagi ke tempat praktek dokter Bejo sambil memberikan botol kecil pengasih si dokter. Dokter Bejo heran ngeliat botolnya yang masih bersih dan kosong, lalu ditanyalah Kakek Panjulnya "kenapa kek kok kosong?"
Si kakek Panjul menjelaskan "Ya mau gimana lagi dok, saya udah coba pake tangan kanan saya, tangan kiri saya tapi tetep susah, lalu saya minta bantuan istri saya, istri saya coba pake tangannya terus pake mulutnya tetep susah juga, bahkan saya manggil tetangga saya si cecilia yang masih ABG tapi tetep aja susah"
Dengan kagetnya dokter Bejo bertanya lagi, "kakek manggil tetangga kakek yg masih ABG ???"
kakek Panjul-pun menjawab "Iya dok tapi tetep sekeras apapun kami mencobanya, kami tidak bisa membuka tutup botolnya, jadi ya masih kosong dok..."
JANDA DAN POLITISI
Cecilia adalah seorang janda yang sudah tiga kali bercerai. Siang itu, dia memeriksakan diri pada seorang dokter kandungan yang bernama Bejo. Saat dokter Bejo hendak memeriksa Cecilia, terjadilah percakapan diantara keduanya.
Cecilia: "Hati-hati periksanya ya dok, saya masih perawan lho!"
Bejo: "Lho? Katanya ibu sudah kawin-cerai tiga kali, mana bisa masih perawan?"
Cecilia: "Gini lho dok, eks suami saya yang pertama ternyata impoten, nggak bisa penetrasi"
Bejo: "Oh gitu, tapi suami ibu yang kedua gak impoten kan?"
Cecilia: "Betul dok, cuma dia gay, jadi saya gak diapa-apain sama dia."
Bejo: "Lalu suami ibu yang ketiga gak impoten dan bukan gay kan?"
Cecilia: "Betul dok, tapi ternyata dia itu seorang 'Politisi'"
Bejo: "Lha, apa hubungannya politisi dengan keperawanan ibu?"
Cecilia: "Dia cuma janji-janji melulu dok, gak pernah ada realisasinya!"
Bejo: ?!?!?%*&#$%)((???!!!
Cecilia: "Hati-hati periksanya ya dok, saya masih perawan lho!"
Bejo: "Lho? Katanya ibu sudah kawin-cerai tiga kali, mana bisa masih perawan?"
Cecilia: "Gini lho dok, eks suami saya yang pertama ternyata impoten, nggak bisa penetrasi"
Bejo: "Oh gitu, tapi suami ibu yang kedua gak impoten kan?"
Cecilia: "Betul dok, cuma dia gay, jadi saya gak diapa-apain sama dia."
Bejo: "Lalu suami ibu yang ketiga gak impoten dan bukan gay kan?"
Cecilia: "Betul dok, tapi ternyata dia itu seorang 'Politisi'"
Bejo: "Lha, apa hubungannya politisi dengan keperawanan ibu?"
Cecilia: "Dia cuma janji-janji melulu dok, gak pernah ada realisasinya!"
Bejo: ?!?!?%*&#$%)((???!!!
Jumat, 15 Agustus 2014
Posted by Gudang Humor
Nyoba Minuman Keras
Cecilia sedang galau. Akhir-akhir ini, Bejo suaminya sering pulang dalam keadaan mabuk.
Saking jengkelnya karena malamnya tidak dikasih jatah, pada suatu pagi, Cecilia marah besar pada Bejo, suaminya. Sambil menjerit histeris dan menangis, Cecilia memaki Bejo, "seenaknya kamu setiap malam bersenang-senang diluar ! selalu meninggalkan aku sendirian, lalu pulang ke rumah, dalam keadaan mabuk.. "
Bejo yang masih sedikit mabuk sisa-sisa semalam, cuma bengong. Lalu akhirnya, pada suatu malam, Bejo memutuskan untuk mengajak Cecilia ke bar. Sesampainya di sana, Bejo memesan minuman keras seperti biasanya. Ia juga memesankan satu gelas untuk Cecilia, istrinya.
Ketika Cecilia mencoba meminumnya, ia langsung memuntahkannya lagi. "Minuman apa ini ? Iihh, gak enak...!, komentar Cecilia.
"Tuh kan... makanya jangan dikira aku bersenang-senang disini...", jawab Bejo
Saking jengkelnya karena malamnya tidak dikasih jatah, pada suatu pagi, Cecilia marah besar pada Bejo, suaminya. Sambil menjerit histeris dan menangis, Cecilia memaki Bejo, "seenaknya kamu setiap malam bersenang-senang diluar ! selalu meninggalkan aku sendirian, lalu pulang ke rumah, dalam keadaan mabuk.. "
Bejo yang masih sedikit mabuk sisa-sisa semalam, cuma bengong. Lalu akhirnya, pada suatu malam, Bejo memutuskan untuk mengajak Cecilia ke bar. Sesampainya di sana, Bejo memesan minuman keras seperti biasanya. Ia juga memesankan satu gelas untuk Cecilia, istrinya.
Ketika Cecilia mencoba meminumnya, ia langsung memuntahkannya lagi. "Minuman apa ini ? Iihh, gak enak...!, komentar Cecilia.
"Tuh kan... makanya jangan dikira aku bersenang-senang disini...", jawab Bejo
Suami dan Istri
Pada suatu ketika, Cecilia mengeluh pada Bejo suaminya, minta mengganti lampu di dapur yang rusak. Bejo mengelak dengan menjawab : "Emang aku tukang listrik ??"
Keesokan harinya, Cecilia kembali meminta Bejo, untuk membantunya mencuci piring. Lagi-lagi Bejo mengelak dengan berkata : "Emang tampangku kaya pembantu ?"
Pada malam harinya, Cecilia meminta bantuan Bejo, untuk mengganti popok anak mereka yang masih bayi. Sambil melengos keluar, Bejo berkata : "Emang aku kerja jadi babysitter ya ?"
Saking jengkelnya, keesokan harinya, sambil menyodorkan kopi dan pisang goreng ke hadapan Bejo yang lagi duduk sambil baca koran, Cecilia bercerita : "Kemaren, aku minta tolong sama anak mahasiswa ganteng yang kost disebelah pah... untuk mengganti lampu yang rusak. Tapi anak itu kurang ajar, dia minta syarat, aku harus melayani dia atau masakin dia martabak telor ala india, baru dia mau mengganti lampu yang rusak... !"
Sambil muka-nya bersemu merah menahan marah, Bejo bertanya : "Lalu, kamu kamu mau, bikinin dia martabak telor ala india ?"
Sambil ngeloyor masuk ke rumah, dengan santainya Cecilia menjawab : "Yeeee.. emangnya aku penjual martabak ??!!"
Keesokan harinya, Cecilia kembali meminta Bejo, untuk membantunya mencuci piring. Lagi-lagi Bejo mengelak dengan berkata : "Emang tampangku kaya pembantu ?"
Pada malam harinya, Cecilia meminta bantuan Bejo, untuk mengganti popok anak mereka yang masih bayi. Sambil melengos keluar, Bejo berkata : "Emang aku kerja jadi babysitter ya ?"
Saking jengkelnya, keesokan harinya, sambil menyodorkan kopi dan pisang goreng ke hadapan Bejo yang lagi duduk sambil baca koran, Cecilia bercerita : "Kemaren, aku minta tolong sama anak mahasiswa ganteng yang kost disebelah pah... untuk mengganti lampu yang rusak. Tapi anak itu kurang ajar, dia minta syarat, aku harus melayani dia atau masakin dia martabak telor ala india, baru dia mau mengganti lampu yang rusak... !"
Sambil muka-nya bersemu merah menahan marah, Bejo bertanya : "Lalu, kamu kamu mau, bikinin dia martabak telor ala india ?"
Sambil ngeloyor masuk ke rumah, dengan santainya Cecilia menjawab : "Yeeee.. emangnya aku penjual martabak ??!!"
*Bejo ngunyah koran sambil kepalanya berasap*
Cerita Panas
Seperti biasa, setiap libur kuliah, aku selalu menginap di rumah om Wahyu yang di Bogor.
Kebetulan, liburan kali ini, Om Wahyu lagi dinas keluar kota. Yang ada hanya Tante Lisa, karena memang mereka belum punya anak.
Om Wahyu memang meskipun biasa-biasa saja, tapi sangat beruntung. Dia mempunyai istri yang sangat cantik dan berbody montok aduhai yang akan membuat semua mata lelaki tak akan pernah terlepas pandangannya ketika melihat kebohayan body Tante Lisa.
Karena Om Wahyu sedang dinas luar kota, maka di rumah itu tinggallah aku dengan Tante Lisa.
Malam itu, cuaca sangat tidak bersahabat. Hujan deras dengan cahaya petir yang berkilat-kilat. Aku masuk kerumah dalam keadaan basah kuyup karena kehujanan. Kaos putihku jadi transparan memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhku dan perutku yang sixpack. Aku memang rajin berolahraga membentuk tubuh, hingga badanku terbentuk dengan bagus dan banyak yang memujinya. Aku cukup bangga dengan hal tersebut.
Pas waktu aku masuk rumah dalam keadaan basah kuyup, di ruang tamu ternyata ada Tante Lisa yang lagi duduk sambil baca majalah, Tante Lisaa saat itu cuma memakai baju tidur yang tipis dengan belahan dada yang rendah.
Melihat kedatanganku dengan keadaan basah kuyup dan baju putih transparan yang mencetak memperlihatkan tubuhku yang tegap Tante Lisa beberapa kali melirik ke arahku. Sepertinya dia tidak bisa menyembunyikan kekagumannya.
Tante Lisa berdiri dan menghampiriku, lalu "Cepet kamu ganti baju, nanti kamu sakit lochh..." kata Tante Lisa dengan halus... Tatapan matanya membuatku merasa seperti lain. SEERRR...darahku serasa mendidih melihat belahan dada Tante Lisa yang ranum.
Lalu aku masuk ke kamar dan melepaskan semua pakaianku. Tiba-tiba Tante Lisa masuk dan melihatku yang hanya ber'celana-dalam' saja, kulihat ditangannya membawa segelas susu panas. Tante Lisa mendekatiku dan tiba-tiba...
.
.
.
.
.
.
.
.
BYUUURRRR...
Tante Lisa terpeleset dan susu panas digelas menyiram wajahku, lalu aku berteriak kepanasan...
Kebetulan, liburan kali ini, Om Wahyu lagi dinas keluar kota. Yang ada hanya Tante Lisa, karena memang mereka belum punya anak.
Om Wahyu memang meskipun biasa-biasa saja, tapi sangat beruntung. Dia mempunyai istri yang sangat cantik dan berbody montok aduhai yang akan membuat semua mata lelaki tak akan pernah terlepas pandangannya ketika melihat kebohayan body Tante Lisa.
Karena Om Wahyu sedang dinas luar kota, maka di rumah itu tinggallah aku dengan Tante Lisa.
Malam itu, cuaca sangat tidak bersahabat. Hujan deras dengan cahaya petir yang berkilat-kilat. Aku masuk kerumah dalam keadaan basah kuyup karena kehujanan. Kaos putihku jadi transparan memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhku dan perutku yang sixpack. Aku memang rajin berolahraga membentuk tubuh, hingga badanku terbentuk dengan bagus dan banyak yang memujinya. Aku cukup bangga dengan hal tersebut.
Pas waktu aku masuk rumah dalam keadaan basah kuyup, di ruang tamu ternyata ada Tante Lisa yang lagi duduk sambil baca majalah, Tante Lisaa saat itu cuma memakai baju tidur yang tipis dengan belahan dada yang rendah.
Melihat kedatanganku dengan keadaan basah kuyup dan baju putih transparan yang mencetak memperlihatkan tubuhku yang tegap Tante Lisa beberapa kali melirik ke arahku. Sepertinya dia tidak bisa menyembunyikan kekagumannya.
Tante Lisa berdiri dan menghampiriku, lalu "Cepet kamu ganti baju, nanti kamu sakit lochh..." kata Tante Lisa dengan halus... Tatapan matanya membuatku merasa seperti lain. SEERRR...darahku serasa mendidih melihat belahan dada Tante Lisa yang ranum.
Lalu aku masuk ke kamar dan melepaskan semua pakaianku. Tiba-tiba Tante Lisa masuk dan melihatku yang hanya ber'celana-dalam' saja, kulihat ditangannya membawa segelas susu panas. Tante Lisa mendekatiku dan tiba-tiba...
.
.
.
.
.
.
.
.
BYUUURRRR...
Tante Lisa terpeleset dan susu panas digelas menyiram wajahku, lalu aku berteriak kepanasan...
--SEKIAN--
Sabtu, 28 September 2013
Posted by Gudang Humor
Alat Pemerah Susu Sapi
Panjul, sahabatnya Bejo yang mulai merintis hidup baru, pindah ke pedesaan. Untuk menunjang ekonomi keluarga yang sempat ambruk, Stephani istrinya Panjul bela-bela'in pergi ke luar negeri untuk menjadi TKW dan lumayan sukses disana. Dari hasil uang kiriman Stephani istrinya, Panjul kemudian mengembangkan usaha peternakan sapi perah.
Untuk melancarkan usahanya tersebut, Panjul kemudian membeli peralatan pemerah susu sapi yang berteknologi canggih.
Pada suatu malam yang sepi, karena merasa kesepian ditinggal lama oleh Stephani istrinya yang masih menjadi TKW di luar negeri, Panjul pun terpikir untuk mencoba menggunakan alat pemerah sapi yang baru dibeli-nya itu sebagai alat untuk melampiaskan hasrat birahinya yang sedang naik. Panjul berpikir, "yah daripada main sama perempuan nakal atau daripada selingkuh dari Stephani."
Panjul pun memasukkan (maaf) anunya ke alat vakum dan menyalakannya, yang kemudian mesin tersebut berjalan secara otomatis sesuai fungsinya yaitu, mengurut, memijat, bergetar, dan menghisap keras lalu berubah lembut lagi seperti fungsi untuk memerah susu sapi.
Saking asyiknya dengan sensasi luar biasa yang ditimbulkan alat tersebut, Panjul sampai merem-melek merasakan kenikmatan tersendiri, hingga akhirnya Panjul sampai pada puncak kenikmatan dan (maaf) ejakulasi.
Karena hasratnya sudah terusaikan oleh alat pemerah sapi tersebut bahkan sampai mencapai klimaks yang luar biasa, Panjul memutuskan untuk menghentikan alat tersebut.
Namun apa daya, dia tidak dapat melepaskan mesin itu dari anunya.
Panjul panik, tapi dia menenangkan diri dengan mencoba membaca buku manual tersebut. Namun, setelah bolak-balik dibaca, di buku manual tersebut tidak ada satupun petunjuk atau cara untuk melepaskan alat tersebut. Mendapati kenyataan tersebut, Panjul makin panik dan dipencetlah semua tombol yang ada dengan harapan mesin tersebut dapat terlepas.
Namun sial bagi Panjul, mesin yang masih terpasang di anunya itu bukan terlepas, melainkan kembali bekerja seperti saat pertama kali digunakan, yaitu mengurut, memijat, bergetar, dan menghisap keras lalu berubah lembut lagi, hingga akhirnya Panjul ejakulasi untuk yang kedua kalinya.
Dalam kondisi lemas, akhirnya Panjul menelepon CS (Customer Service) yang tertera di buku manual itu --untung CS-nya online 24 jam--.
Panjul : "Hallo, Saya baru saja menggunakan mesin pemerah susu buatan perusahaan Anda. Mesin ini bekerja dengan luar biasa. Tetapi bagaimana cara melepaskannya dari kantong susu sapi? --Panjul berbohong karena dia malu kalau menceritakan kejadian yang sebenarnya--
CS : "Oh... tenang saja Pak.... alat kami secara otomatis akan terlepas kalau isinya sudah mencapai 5 liter susu"
Panjul --dalam hati-- : "HAH ???!!! 5 liter??? Modyaaarrrrr akuuuuuuu..."
Untuk melancarkan usahanya tersebut, Panjul kemudian membeli peralatan pemerah susu sapi yang berteknologi canggih.
Pada suatu malam yang sepi, karena merasa kesepian ditinggal lama oleh Stephani istrinya yang masih menjadi TKW di luar negeri, Panjul pun terpikir untuk mencoba menggunakan alat pemerah sapi yang baru dibeli-nya itu sebagai alat untuk melampiaskan hasrat birahinya yang sedang naik. Panjul berpikir, "yah daripada main sama perempuan nakal atau daripada selingkuh dari Stephani."
Panjul pun memasukkan (maaf) anunya ke alat vakum dan menyalakannya, yang kemudian mesin tersebut berjalan secara otomatis sesuai fungsinya yaitu, mengurut, memijat, bergetar, dan menghisap keras lalu berubah lembut lagi seperti fungsi untuk memerah susu sapi.
Saking asyiknya dengan sensasi luar biasa yang ditimbulkan alat tersebut, Panjul sampai merem-melek merasakan kenikmatan tersendiri, hingga akhirnya Panjul sampai pada puncak kenikmatan dan (maaf) ejakulasi.
Karena hasratnya sudah terusaikan oleh alat pemerah sapi tersebut bahkan sampai mencapai klimaks yang luar biasa, Panjul memutuskan untuk menghentikan alat tersebut.
Namun apa daya, dia tidak dapat melepaskan mesin itu dari anunya.
Panjul panik, tapi dia menenangkan diri dengan mencoba membaca buku manual tersebut. Namun, setelah bolak-balik dibaca, di buku manual tersebut tidak ada satupun petunjuk atau cara untuk melepaskan alat tersebut. Mendapati kenyataan tersebut, Panjul makin panik dan dipencetlah semua tombol yang ada dengan harapan mesin tersebut dapat terlepas.
Namun sial bagi Panjul, mesin yang masih terpasang di anunya itu bukan terlepas, melainkan kembali bekerja seperti saat pertama kali digunakan, yaitu mengurut, memijat, bergetar, dan menghisap keras lalu berubah lembut lagi, hingga akhirnya Panjul ejakulasi untuk yang kedua kalinya.
Dalam kondisi lemas, akhirnya Panjul menelepon CS (Customer Service) yang tertera di buku manual itu --untung CS-nya online 24 jam--.
Panjul : "Hallo, Saya baru saja menggunakan mesin pemerah susu buatan perusahaan Anda. Mesin ini bekerja dengan luar biasa. Tetapi bagaimana cara melepaskannya dari kantong susu sapi? --Panjul berbohong karena dia malu kalau menceritakan kejadian yang sebenarnya--
CS : "Oh... tenang saja Pak.... alat kami secara otomatis akan terlepas kalau isinya sudah mencapai 5 liter susu"
Panjul --dalam hati-- : "HAH ???!!! 5 liter??? Modyaaarrrrr akuuuuuuu..."
Minta Naik Gaji
Cecilia yang menikah dengan Bejo, hidup sangat sejahtera. Mereka tinggal di sebuah kawasan elit di Jakarta. Untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah, mereka mengambil Leti Latifah sebagai pembantu...
Pada suatu siang, Leti Latifah menemui Cecilia untuk minta kenaikan gaji.
Leti Latifah : "Nyonya, saya mau minta naik gaji!"
Cecilia : "Kenapa saya harus naikkan gaji kamu?"
Leti Latifah : "Ada 3 alasan nyonya! Pertama saya membersihkan rumah lebih bersih daripada Nyonya."
Cecilia : "Siapa yang bilang?"
Leti Latifah : "Tuan yang bilang..."
Cecilia : "Oh?" --sambil menahan amarah--
Leti Latifah : "Kedua, saya memasak lebih enak daripada Nyonya..."
Cecilia : "Siapa yang bilang?"
Leti Latifah : "Tuan yang bilang..."
Cecilia : "Oh?" --makin panas hatinya--
Leti Latifah : "Ketiga, saya di ranjang lebih hebat daripada Nyonya..."
Cecilia : "Oh?! Tuan juga yang bilang?!!!" --sambil mengepal-ngepalkan tinjunya--
Leti Latifah : "Bukan, Nyonya.. Tuan sebelah rumah yang bilang, katanya nyonya kurang hebat di ranjang..."
Cecilia : "Ssssstt!!! Kamu minta naik berapa?!!!"
Pada suatu siang, Leti Latifah menemui Cecilia untuk minta kenaikan gaji.
Leti Latifah : "Nyonya, saya mau minta naik gaji!"
Cecilia : "Kenapa saya harus naikkan gaji kamu?"
Leti Latifah : "Ada 3 alasan nyonya! Pertama saya membersihkan rumah lebih bersih daripada Nyonya."
Cecilia : "Siapa yang bilang?"
Leti Latifah : "Tuan yang bilang..."
Cecilia : "Oh?" --sambil menahan amarah--
Leti Latifah : "Kedua, saya memasak lebih enak daripada Nyonya..."
Cecilia : "Siapa yang bilang?"
Leti Latifah : "Tuan yang bilang..."
Cecilia : "Oh?" --makin panas hatinya--
Leti Latifah : "Ketiga, saya di ranjang lebih hebat daripada Nyonya..."
Cecilia : "Oh?! Tuan juga yang bilang?!!!" --sambil mengepal-ngepalkan tinjunya--
Leti Latifah : "Bukan, Nyonya.. Tuan sebelah rumah yang bilang, katanya nyonya kurang hebat di ranjang..."
Cecilia : "Ssssstt!!! Kamu minta naik berapa?!!!"
DISUSUI MAMANYA
Si Bejo, cowok muda masuk ke sebuah hotel bersama seorang wanita paruh baya yang cantik.
Resepsionis hotel yang bernuansa agamis, bertanya dengan sedikit menyelidik, "Maaf Mas, di hotel ini tidak boleh menginap dengan perempuan yang bukan mahrom-nya", kata mbak resepsionis tersebut.
"Ini Mama saya, Mbak!" kata si Bejo.
Akhirnya sang reseptionis memberikan kunci kamar kepada si Bejo.
Namun demikian, sang resepsionis masih penasaran dengan Bejo dan wanita paruh baya yang cantik tersebut. Setelah 1 jam, resepsionis menyuruh office boy hotel yang bernama Panjul untuk menyelidiki, apakah benar wanita paruh baya itu memang mama-nya Si Bejo. 15 menit kemudian si Panjul memberi laporan,
"Benar Boss, wanita itu mamanya anak muda itu!" seru Panjul.
"Dari mana kamu tau?" Tanya receptionist.
"Saat mengintip ke kamar, saya melihat mama itu sedang menyusui anaknya..." kata si Panjul dengan wajah polos.
Resepsionis hotel yang bernuansa agamis, bertanya dengan sedikit menyelidik, "Maaf Mas, di hotel ini tidak boleh menginap dengan perempuan yang bukan mahrom-nya", kata mbak resepsionis tersebut.
"Ini Mama saya, Mbak!" kata si Bejo.
Akhirnya sang reseptionis memberikan kunci kamar kepada si Bejo.
Namun demikian, sang resepsionis masih penasaran dengan Bejo dan wanita paruh baya yang cantik tersebut. Setelah 1 jam, resepsionis menyuruh office boy hotel yang bernama Panjul untuk menyelidiki, apakah benar wanita paruh baya itu memang mama-nya Si Bejo. 15 menit kemudian si Panjul memberi laporan,
"Benar Boss, wanita itu mamanya anak muda itu!" seru Panjul.
"Dari mana kamu tau?" Tanya receptionist.
"Saat mengintip ke kamar, saya melihat mama itu sedang menyusui anaknya..." kata si Panjul dengan wajah polos.
Bagaimana Cara Mereka Membuat Kondom ???
Cecilia pergi ke seorang Ginekelog yang bernama Dokter Bejo. Karena untuk pertama kali-nya Cecilia memeriksakan diri ke seorang ginekolog, maka diapun merasa sangat gugup.
Bejo, sebagai seorang ginekolog yang sudah sangat berpengalaman mahfum kalau pasiennya ini gugup. Untuk mencairkan suasana, maka Bejo pun sambil memakai sarung tangannya mencoba mengajak ngobrol pasiennya.
Bejo : "Anda tahu bagaimana cara membuat sarung tangan karet ?"
Cecilia pun menjawab : "Tidak tau dok..."
Lalu Bejo pun bercerita : "Ada sebuah pabrik di Meksiko penuh karet dan orang-orang dari berbagai ukuran tangan mencelupkan tangan mereka ke dalam lateks dan membiarkannya mengering."
Mendengan itu Cecilia sama sekali tidak tersenyum... Tapi tak berapa lama kemudian, Cecila tertawa terpingkal-pingkal.
Bejo yang merasa heran bertanya : "Apa yang lucu?"
Cecilia menjawab : "Aku membayangkan bagaimana mereka membuat kondom...
"
Bejo, sebagai seorang ginekolog yang sudah sangat berpengalaman mahfum kalau pasiennya ini gugup. Untuk mencairkan suasana, maka Bejo pun sambil memakai sarung tangannya mencoba mengajak ngobrol pasiennya.
Bejo : "Anda tahu bagaimana cara membuat sarung tangan karet ?"
Cecilia pun menjawab : "Tidak tau dok..."
Lalu Bejo pun bercerita : "Ada sebuah pabrik di Meksiko penuh karet dan orang-orang dari berbagai ukuran tangan mencelupkan tangan mereka ke dalam lateks dan membiarkannya mengering."
Mendengan itu Cecilia sama sekali tidak tersenyum... Tapi tak berapa lama kemudian, Cecila tertawa terpingkal-pingkal.
Bejo yang merasa heran bertanya : "Apa yang lucu?"
Cecilia menjawab : "Aku membayangkan bagaimana mereka membuat kondom...
Bahaya-nya Kondom Berasa
Boss Panjul yang seorang pemilik pabrik kondom berang dan marah-marah karena penjualan kondom perusahaannya menurun drastis yang disebabkan produknya terkalahkan oleh produk perusahaan pesaing yang memperkenalkan kondom dengan berbagai rasa seperti rasa strawberry, rasa pisang dan rasa coklat.
Boss Panjul pun memanggil Bejo, sang kepala divisi riset.
"Kamu sebagai kepala divisi riset harus kreatif dong !, masa kalah sama perusahaan pesaing ?", omel Boss Panjul pada Bejo
"Iya Pak...", jawab Bejo dengan penuh ketakutan.
"Oke, kalau gitu, saya mau, bulan depan pabrik kita sudah mulai memproduksi kondom dengan rasa !", lanjut Boss Panjul.
"Rasa apa pak, yang akan kita pakai ?", tanya Bejo.
"Saya gak mau tau, itu tanggung jawabmu sebagai kepala divisi riset. Pokoknya harus beda dengan pesaing. Kalau bisa yang khas Indonesia", omel Boss Panjul.
Maka dimulailah pabrik kondomnya Panjul memproduksi kondom dengan rasa. Namun, alih-alih meningkatkan penjualan, kondom dengan rasa yang diproduksi oleh perusahaan Boss Panjul malah banyak menuai komplain dari pemakai. Alhasil yang meningkat bukannya penjualan tapi keluhan pelanggan. Kebanyakan komplain adalah keluhan karena sering terjadi kecelakaan pada saat permainan sex terutama saat oral sex, yaitu penis pasangan sering tergigit waktu oral sex.
Hal tersebut membuat Boss Panjul marah besar. Dia kembali memanggil Bejo sang kepala divisi riset dan memarahinya habis-habisan.
Boss Panjul membentak Bejo : "kamu ini gimana sich ?, disuruh nambah rasa aja di kondom malah ningkatin komplain ke perusahaan kita. Kalau begini, bentar lagi bisa bangkrut pabrik ini... !!!".
"Maaf pak... Mungkin kondomnya perlu ditarik pak. Sepertinya pengguna sering terlena karena rasanya pak," jawab Bejo.
"Emang kamu kasih rasa apa ?", tanya Boss Panjul.
"Sesuai permintaan bapak, saya kasih rasa khas Indonesia, RASA RENDANG, pak", jawab Bejo.
Boss Panjul pun memanggil Bejo, sang kepala divisi riset.
"Kamu sebagai kepala divisi riset harus kreatif dong !, masa kalah sama perusahaan pesaing ?", omel Boss Panjul pada Bejo
"Iya Pak...", jawab Bejo dengan penuh ketakutan.
"Oke, kalau gitu, saya mau, bulan depan pabrik kita sudah mulai memproduksi kondom dengan rasa !", lanjut Boss Panjul.
"Rasa apa pak, yang akan kita pakai ?", tanya Bejo.
"Saya gak mau tau, itu tanggung jawabmu sebagai kepala divisi riset. Pokoknya harus beda dengan pesaing. Kalau bisa yang khas Indonesia", omel Boss Panjul.
Maka dimulailah pabrik kondomnya Panjul memproduksi kondom dengan rasa. Namun, alih-alih meningkatkan penjualan, kondom dengan rasa yang diproduksi oleh perusahaan Boss Panjul malah banyak menuai komplain dari pemakai. Alhasil yang meningkat bukannya penjualan tapi keluhan pelanggan. Kebanyakan komplain adalah keluhan karena sering terjadi kecelakaan pada saat permainan sex terutama saat oral sex, yaitu penis pasangan sering tergigit waktu oral sex.
Hal tersebut membuat Boss Panjul marah besar. Dia kembali memanggil Bejo sang kepala divisi riset dan memarahinya habis-habisan.
Boss Panjul membentak Bejo : "kamu ini gimana sich ?, disuruh nambah rasa aja di kondom malah ningkatin komplain ke perusahaan kita. Kalau begini, bentar lagi bisa bangkrut pabrik ini... !!!".
"Maaf pak... Mungkin kondomnya perlu ditarik pak. Sepertinya pengguna sering terlena karena rasanya pak," jawab Bejo.
"Emang kamu kasih rasa apa ?", tanya Boss Panjul.
"Sesuai permintaan bapak, saya kasih rasa khas Indonesia, RASA RENDANG, pak", jawab Bejo.
AKU MAU IKUUUTTTTT.... !!!!
Bejo dan Cecilia, keluarga muda yang baru dikaruniai satu anak laki-laki berumur 5 tahun yang diberi nama Panjul. Mereka tinggal di perumahan type 21. Karena rumah type 21 hanya ada satu kamar tidur, praktis mereka (Bejo, Cecilia dan anaknya si Panjul) tidur dalam satu kamar dan satu tempat tidur. Sebenarnya tidak ada masalah, hanya setiap kali Bejo dan Cecilia mau 'bobo' mesti kucing-kucingan, nungguin si Panjul tidur dulu. Untuk memastikan bahwa si Panjul sudah tidur atau belum, mereka mengetes dengan cara memanggil si Panjul, kalau si Panjul menyahut berarti belum tidur, kalau si Panjul diam, berarti udah tidur yang artinya berarti udah aman untuk mereka 'bobo'.
Pada suatu malam, Bejo lagi pengen-pengennya bermesraan dengan Cecilia istrinya. Bejo melihat ke arah Panjul anaknya, yang kelihatan sudah terlelap tidur. Untuk memastikan Panjul udah tidur atau belum, Bejo pun memanggil nama anaknya.
Bejo : "Panjuullll... ??!!"
Panjul : "Ya pak... ?"
Wah, ternyata Panjul belum tidur. Mereka terpaksa menunggu. Setengah jam kemudian, giliran Cecilia yang memanggil si Panjul untuk mengetes kembali.
Cecilia ; "Panjuuullll.... ??!!"
Panjul : "Ya, Buuuu.... ???"
Mendengar anaknya masih menjawab sahutan, Bejo jengkel juga. Dalam hati dia menggerutu "Gila ini anak.. kapan tidurnya ???"
Demi keamanan, meskipun mereka lagi pengen-pengennya, Bejo dan Cecilia terpaksa menunggu lagi. Setengah jam kemudian, mereka memanggil nama anaknya tersebut. Ternyata Panjul masih menyahut juga. Berulang kali, setiap setengah jam dipanggil, Panjul masih nyahut juga. Sampai akhirnya Bejo dan Cecilia kehabisan kesabaran. Panjul bener-bener dibangunin dan dimarahin habis-habisan. Panjul yang tidak mengerti apa-apa cuma bisa menangis dan bingung dimarahin tanpa alasan oleh kedua orang tuanya tersebut.
Keesokan paginya, di sekolah Panjul mengadu bahwa tadi malam dimarahin habis-habisan oleh orang tuanya. Ibu Guru yang mendengar curhatan Panjul, bertanya kronologis kejadiannya, yang kemudian Panjul pun menceritakan kejadian semalam. Ibu Guru rupanya mengerti duduk permasalahannya apa, maka kemudian beliau menasehati si Panjul.
Ibu Guru : "Panjul..., kalau sudah malam di atas jam 10, Panjul harus tidur, dan kalau bapak dan ibu-mu memanggil, Panjul tidak usah menyahut... Panjul pura-pura ajah gak mendengar.. yah... !"
Panjul : "Iya, bu guru..."
Malamnya, Panjul benar-benar mengikuti nasehat dari Ibu Guru. Beberapa kali namanya dipanggil-panggil gak menyahut. Padahal Panjul sebetulnya mendengar panggilan tersebut karena memang belum tidur. Tapi seperti saran dari gurunya, dia diam saja, daripada dimarahin lagi.
Bejo dan Cecilia yang manggil-manggil nama anaknya tapi tidak mendapat sahutan, sepakat bahwa si Panjul sudah tidur. Merekapun memulai permainan. Dan mematikan lampu. Panjul sebenarnya takut dalam gelap, tapi dia lebih takut lagi dimarahin, maka Panjul diam aja.
Permainan Bejo dan Cecilia makin seru, makin heboh dan makin...
Sampai Panjul juga merasakan keheranan, karena ribut-ribut orang tua-nya tersebut, tapi tetap diam aja. Sampai pada suatu ketika, Bejo dan Cecilia rupanya sudah mau mencapai puncak.
Bejo : "Aduuuuhhhh Bu.... aku mau keluar !!!"
Cecilia : "Paakkkk.... aaaakkuuu juga mau keluaaarrrrrr...!!!"
Panjul yang mendengar kedua orang-tuanya bilang mau keluar langsung bangun karena ketakutan dan teriak.. "Panjul ikuuuuuuutttttttt..."
Pada suatu malam, Bejo lagi pengen-pengennya bermesraan dengan Cecilia istrinya. Bejo melihat ke arah Panjul anaknya, yang kelihatan sudah terlelap tidur. Untuk memastikan Panjul udah tidur atau belum, Bejo pun memanggil nama anaknya.
Bejo : "Panjuullll... ??!!"
Panjul : "Ya pak... ?"
Wah, ternyata Panjul belum tidur. Mereka terpaksa menunggu. Setengah jam kemudian, giliran Cecilia yang memanggil si Panjul untuk mengetes kembali.
Cecilia ; "Panjuuullll.... ??!!"
Panjul : "Ya, Buuuu.... ???"
Mendengar anaknya masih menjawab sahutan, Bejo jengkel juga. Dalam hati dia menggerutu "Gila ini anak.. kapan tidurnya ???"
Demi keamanan, meskipun mereka lagi pengen-pengennya, Bejo dan Cecilia terpaksa menunggu lagi. Setengah jam kemudian, mereka memanggil nama anaknya tersebut. Ternyata Panjul masih menyahut juga. Berulang kali, setiap setengah jam dipanggil, Panjul masih nyahut juga. Sampai akhirnya Bejo dan Cecilia kehabisan kesabaran. Panjul bener-bener dibangunin dan dimarahin habis-habisan. Panjul yang tidak mengerti apa-apa cuma bisa menangis dan bingung dimarahin tanpa alasan oleh kedua orang tuanya tersebut.
Keesokan paginya, di sekolah Panjul mengadu bahwa tadi malam dimarahin habis-habisan oleh orang tuanya. Ibu Guru yang mendengar curhatan Panjul, bertanya kronologis kejadiannya, yang kemudian Panjul pun menceritakan kejadian semalam. Ibu Guru rupanya mengerti duduk permasalahannya apa, maka kemudian beliau menasehati si Panjul.
Ibu Guru : "Panjul..., kalau sudah malam di atas jam 10, Panjul harus tidur, dan kalau bapak dan ibu-mu memanggil, Panjul tidak usah menyahut... Panjul pura-pura ajah gak mendengar.. yah... !"
Panjul : "Iya, bu guru..."
Malamnya, Panjul benar-benar mengikuti nasehat dari Ibu Guru. Beberapa kali namanya dipanggil-panggil gak menyahut. Padahal Panjul sebetulnya mendengar panggilan tersebut karena memang belum tidur. Tapi seperti saran dari gurunya, dia diam saja, daripada dimarahin lagi.
Bejo dan Cecilia yang manggil-manggil nama anaknya tapi tidak mendapat sahutan, sepakat bahwa si Panjul sudah tidur. Merekapun memulai permainan. Dan mematikan lampu. Panjul sebenarnya takut dalam gelap, tapi dia lebih takut lagi dimarahin, maka Panjul diam aja.
Permainan Bejo dan Cecilia makin seru, makin heboh dan makin...
Sampai Panjul juga merasakan keheranan, karena ribut-ribut orang tua-nya tersebut, tapi tetap diam aja. Sampai pada suatu ketika, Bejo dan Cecilia rupanya sudah mau mencapai puncak.
Bejo : "Aduuuuhhhh Bu.... aku mau keluar !!!"
Cecilia : "Paakkkk.... aaaakkuuu juga mau keluaaarrrrrr...!!!"
Panjul yang mendengar kedua orang-tuanya bilang mau keluar langsung bangun karena ketakutan dan teriak.. "Panjul ikuuuuuuutttttttt..."
ALASAN MENGAPA ISTRI DILARANG CLUBBING
Cecilia istrinya Bejo dan Stephani istrinya Panjul tinggal bertetangga, mereka janjian utk clubbing bareng.
Di tempat dugem, mereka berdua minum minuman keras sampai mabuk berat.
Pulang dari clubbing, karena tidak mendapat taksi, mereka pun pulang jalan kaki.
Ditengah perjalanan tiba-tiba mereka kebelet kencing. Karena jalan pulangnya melewati MAKAM PAHLAWAN, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk kencing di MAKAM tersebut.
Sesaat setelah kencing...
Cecilia: "Eh, lo nge-lapnya pake apa?"
Stephani: "Pake CD gue aja, ntar langsung gue buang.. kalo Loe?"
Cecilia: "Waahhh.. CD gue mahal, mana baru beli lagi... sayang ahh..!! Tapi pakai apaan ya..??"
Stephani: "Pake itu aja tuh..!" --sambil nunjuk kertas karangan bunga di atas batu nisan--
Lalu dengan cueknya, Cecilia ngambil kertas karangan bunga itu buat ngelap. Dan mereka pun pulang...
Besok paginya para suami yang kesel nge-liat kelakuan istri2 mereka, ngobrol lewat pagar rumah...
Bejo: "Kayaknya istri-istri kita harus dilarang dugem deh...!!"
Panjul: "Iya pak, masa tadi malam aja, istri saya pulang ngga pake CD..!!! Dikemanain tuh CD..!!"
Bejo: "Masih mending pak... waktu istri saya tidur, di selangkangan istri saya malah ada kartu ucapannya yg isinya... 'DARI KAMI SEMUA ANGGOTA KOREM TNI-AD... KAMI TAKKAN PERNAH MELUPAKAN JASAMU...!!"
Di tempat dugem, mereka berdua minum minuman keras sampai mabuk berat.
Pulang dari clubbing, karena tidak mendapat taksi, mereka pun pulang jalan kaki.
Ditengah perjalanan tiba-tiba mereka kebelet kencing. Karena jalan pulangnya melewati MAKAM PAHLAWAN, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk kencing di MAKAM tersebut.
Sesaat setelah kencing...
Cecilia: "Eh, lo nge-lapnya pake apa?"
Stephani: "Pake CD gue aja, ntar langsung gue buang.. kalo Loe?"
Cecilia: "Waahhh.. CD gue mahal, mana baru beli lagi... sayang ahh..!! Tapi pakai apaan ya..??"
Stephani: "Pake itu aja tuh..!" --sambil nunjuk kertas karangan bunga di atas batu nisan--
Lalu dengan cueknya, Cecilia ngambil kertas karangan bunga itu buat ngelap. Dan mereka pun pulang...
Besok paginya para suami yang kesel nge-liat kelakuan istri2 mereka, ngobrol lewat pagar rumah...
Bejo: "Kayaknya istri-istri kita harus dilarang dugem deh...!!"
Panjul: "Iya pak, masa tadi malam aja, istri saya pulang ngga pake CD..!!! Dikemanain tuh CD..!!"
Bejo: "Masih mending pak... waktu istri saya tidur, di selangkangan istri saya malah ada kartu ucapannya yg isinya... 'DARI KAMI SEMUA ANGGOTA KOREM TNI-AD... KAMI TAKKAN PERNAH MELUPAKAN JASAMU...!!"
PENGALAMAN MENJADI RESERSE
Bejo lulus AKABRI jurusan kepolisian dan akhirnya jadi reserse kriminil. Ayahnya, seorang pengusaha yang kenal Kapolri yang yang sekarang, menitipkan Bejo kepada Jendral Polisi itu agar dapat dibimbing di Jakarta. Bejo ditugaskan di bawah asuhan langsung Dan Reskrim Panjul.
Beberapa bulan kemudian, waktu Bejo mengunjungi ayahnya, si ayah bertanya : "Apa yang sudah kamu dapatkan dari pengalamanmu di bawah Pak Panjul, nak ?"
"Ada, ayah. Saya punya pengalaman menarik dengan Pak Panjul." Lalu Bejo bercerita kepada ayahnya: "Pada suatu malam, kami dapat telepon dari bagian sekuriti Hotel Gran Hyatt. Rupanya di sebuah kamar ditemukan perempuan dan seorang pria mati dalam keadaan tidur dan telanjang. Mereka rupanya orang Amerika."
"Wah... lalu apa yang Pak Panjul lakukan, nak ?" tanya si ayah kagum.
"Pak Panjul dengan tenang memakai topi beliau mengambil tongkat komando, dan sebelum berangkat meneguk vodka tonik yang tersedia di sudut meja. Beliau tidak pernah tergesa-gesa, Ayah. Beliau selalu kalem dan lalu beliau menyuruh saya mengiringi masuk ke mobil. Mobil pun berangkat ke Gran Hyatt.
Kami menemui manajer hotel, dan kepada kami diberitahu nomor kamar di mana insan telanjang itu kedapatan mati. Manajer kelihatan gugup, waktu ia mengantarkan kami menuju ka kamar itu. Tetapi Pak Panjul sangat tenang dan gagah. Semua dilakukan dengan tanpa ribut-ribut, supaya tidak heboh di kalangan tamu hotel..."
"Lalu?", seru si Ayah. "Yah, Pak Panjul pun masuk ke kamar itu dengan tanpa mengeluarkan bunyi. Saya dan manajer hotel bersijingkat mengikuti beliau. Di dalam kamar itu, benar juga seperti yang di laporkan: di tempat tidur terbaring tubuh seorang pria bule dan tergeletak di sebelah seorang perempuan bule, telanjang... tapi ada yang aneh dan mencurigakan..."
Bejo berhenti sebentar di sini, mengambil gelas untuk minum. Bapaknya menunggu tegang.
"Apa yang aneh da mencurugakan ?"
Bejo meneruskan ceritanya, "Yang aneh dan mencurigakan ialah bahwa kemaluan lelaki itu ternyata masih berdiri tegak."
"Waduh... apa yang terjadi ?", tanya si ayah.
"Mula-mula saya tidak tahu pak. Tapi kemudian Pak Panjul dengan tenang memukulkan keras-keras tongkat komandonya ke ujung kemaluan itu, dan..."
"Dan apa, Nak ?"
"Terdengar teriakan keras. Laki-laki bule itu berteriak. Ia bangkit. Juga tubuh perempuan itu tiba-tiba berdiri. Kemudian kami baru tahu bahwa rupanya kami memasuki kamar yang salah."
Beberapa bulan kemudian, waktu Bejo mengunjungi ayahnya, si ayah bertanya : "Apa yang sudah kamu dapatkan dari pengalamanmu di bawah Pak Panjul, nak ?"
"Ada, ayah. Saya punya pengalaman menarik dengan Pak Panjul." Lalu Bejo bercerita kepada ayahnya: "Pada suatu malam, kami dapat telepon dari bagian sekuriti Hotel Gran Hyatt. Rupanya di sebuah kamar ditemukan perempuan dan seorang pria mati dalam keadaan tidur dan telanjang. Mereka rupanya orang Amerika."
"Wah... lalu apa yang Pak Panjul lakukan, nak ?" tanya si ayah kagum.
"Pak Panjul dengan tenang memakai topi beliau mengambil tongkat komando, dan sebelum berangkat meneguk vodka tonik yang tersedia di sudut meja. Beliau tidak pernah tergesa-gesa, Ayah. Beliau selalu kalem dan lalu beliau menyuruh saya mengiringi masuk ke mobil. Mobil pun berangkat ke Gran Hyatt.
Kami menemui manajer hotel, dan kepada kami diberitahu nomor kamar di mana insan telanjang itu kedapatan mati. Manajer kelihatan gugup, waktu ia mengantarkan kami menuju ka kamar itu. Tetapi Pak Panjul sangat tenang dan gagah. Semua dilakukan dengan tanpa ribut-ribut, supaya tidak heboh di kalangan tamu hotel..."
"Lalu?", seru si Ayah. "Yah, Pak Panjul pun masuk ke kamar itu dengan tanpa mengeluarkan bunyi. Saya dan manajer hotel bersijingkat mengikuti beliau. Di dalam kamar itu, benar juga seperti yang di laporkan: di tempat tidur terbaring tubuh seorang pria bule dan tergeletak di sebelah seorang perempuan bule, telanjang... tapi ada yang aneh dan mencurigakan..."
Bejo berhenti sebentar di sini, mengambil gelas untuk minum. Bapaknya menunggu tegang.
"Apa yang aneh da mencurugakan ?"
Bejo meneruskan ceritanya, "Yang aneh dan mencurigakan ialah bahwa kemaluan lelaki itu ternyata masih berdiri tegak."
"Waduh... apa yang terjadi ?", tanya si ayah.
"Mula-mula saya tidak tahu pak. Tapi kemudian Pak Panjul dengan tenang memukulkan keras-keras tongkat komandonya ke ujung kemaluan itu, dan..."
"Dan apa, Nak ?"
"Terdengar teriakan keras. Laki-laki bule itu berteriak. Ia bangkit. Juga tubuh perempuan itu tiba-tiba berdiri. Kemudian kami baru tahu bahwa rupanya kami memasuki kamar yang salah."
LUBANGNYA KEKECILAN !!!
Akhir tahun yang lalu, si bujang lapuk Bejo telah mempersunting seorang isteri yang bernama Cecilia. Semua tetangganya yang berada di sekitarnya mengetahui bahwa Cecilia sangat rajin dan cekatan, terutama dalam bidang jahit-menjahit dan sulam-menyulam, namanya terkenal sampai ke mana-mana.
Pada suatu hari, Panjul lewat di depan jendela rumahnya Bejo dan Cecilia. Pada saat lewat tersebut, tanpa sengaja Panjul mencuri dengar obrolan kedua pengantin baru tersebut.
Terdengar suara Bejo dan Cecilia dari dalam kamar.
Bejo : "Aduh, terlalu kecil nih, nggak bisa kujejalkan."
Cecilia : "Cobalah sekali lagi, aku toh sangat payah juga."
Tak berapa lama Bejo berkata lebih lanjut: "Ah, nggak bisa masuk, kalau dipaksa nanti sakit lho."
Cecilia: "Sabar! Jangan keburu nafsuu. Pasti bisa! Aku bantu mengoleskan minyak di sekitarnya. Ayo, usahakan."
Kemudian terdengar suara napas sedang terengah-engah: "Oh, Oh..."
Panjul yang sedang nguping di luar jendela mendengar seluruh percakapan itu dengan hati yang berdebar-debar, sampai jidatnya pun mengucurkan peluh dingin.
Dalam hatinya bergumam :"gila nich, si Bejo dan si Cecil... mentang-mentang masih pengantin baru... nyalinya sungguh besar... masa di siang hari bolong masih melakukan hal begituan ???"
Karena merasa penasaran pengen mengintip apa yang sedang terjadi di dalam kamar, maka Panjul menjulurkan kepalanya ke jendela untuk mengintai. Dan apesnya tertangkap basah oleh pasangan penganten baru tersebut.
Melihat tetangganya sembunyi-sembunyi berlaku seperti seorang maling, Bejo dan Cecilia, dengan serentak berkata dengan suara yang lantang: "Hai, apa yang sedang kamu lihat? Nggak pernah melihat orang sedang mencoba sepatu ya????"
Pada suatu hari, Panjul lewat di depan jendela rumahnya Bejo dan Cecilia. Pada saat lewat tersebut, tanpa sengaja Panjul mencuri dengar obrolan kedua pengantin baru tersebut.
Terdengar suara Bejo dan Cecilia dari dalam kamar.
Bejo : "Aduh, terlalu kecil nih, nggak bisa kujejalkan."
Cecilia : "Cobalah sekali lagi, aku toh sangat payah juga."
Tak berapa lama Bejo berkata lebih lanjut: "Ah, nggak bisa masuk, kalau dipaksa nanti sakit lho."
Cecilia: "Sabar! Jangan keburu nafsuu. Pasti bisa! Aku bantu mengoleskan minyak di sekitarnya. Ayo, usahakan."
Kemudian terdengar suara napas sedang terengah-engah: "Oh, Oh..."
Panjul yang sedang nguping di luar jendela mendengar seluruh percakapan itu dengan hati yang berdebar-debar, sampai jidatnya pun mengucurkan peluh dingin.
Dalam hatinya bergumam :"gila nich, si Bejo dan si Cecil... mentang-mentang masih pengantin baru... nyalinya sungguh besar... masa di siang hari bolong masih melakukan hal begituan ???"
Karena merasa penasaran pengen mengintip apa yang sedang terjadi di dalam kamar, maka Panjul menjulurkan kepalanya ke jendela untuk mengintai. Dan apesnya tertangkap basah oleh pasangan penganten baru tersebut.
Melihat tetangganya sembunyi-sembunyi berlaku seperti seorang maling, Bejo dan Cecilia, dengan serentak berkata dengan suara yang lantang: "Hai, apa yang sedang kamu lihat? Nggak pernah melihat orang sedang mencoba sepatu ya????"


















