Tampilkan postingan dengan label Humor Dewasa. Tampilkan semua postingan
Malam Pertama
Bejo, yang baru saja menjalani malam pertama dengan Cecilia istrinya, terlihat gundah. Kepada Panjul, sahabatnya, Bejo bercerita tentang kejadian yang dialami usai berhubungan.
Bejo : Gila, kebiasaan yang kita lakukan saat bujangan dapat terjadi pada malam pengantin.
Panjul : Maksud kamu?
Bejo : Kamu kan tahu, sebelum menikah aku sering main perempuan.
Panjul : Bukankan kamu sudah niat mau berhenti?
Bejo : Memang iya, itu sudah lama aku jalani. Tapi, tadi malam aku khilaf.
Panjul : Jadi, semalam kamu ulangi lagi main perempuan? Bukankah semalam kamu baru menikah?
Bejo : Bukan !! Tanpa sadar, usai berhubungan dengan istriku, aku mengeluarkan uang Rp. 500.000,-
Panjul : Terus, Istri kamu ngamuk dong?
Bejo : Itulah masalahnya. Dalam keadaan separuh sadar dia menjawab : “Terima kasih, Mas. Besok datang lagi ya.."
Bejo : Gila, kebiasaan yang kita lakukan saat bujangan dapat terjadi pada malam pengantin.
Panjul : Maksud kamu?
Bejo : Kamu kan tahu, sebelum menikah aku sering main perempuan.
Panjul : Bukankan kamu sudah niat mau berhenti?
Bejo : Memang iya, itu sudah lama aku jalani. Tapi, tadi malam aku khilaf.
Panjul : Jadi, semalam kamu ulangi lagi main perempuan? Bukankah semalam kamu baru menikah?
Bejo : Bukan !! Tanpa sadar, usai berhubungan dengan istriku, aku mengeluarkan uang Rp. 500.000,-
Panjul : Terus, Istri kamu ngamuk dong?
Bejo : Itulah masalahnya. Dalam keadaan separuh sadar dia menjawab : “Terima kasih, Mas. Besok datang lagi ya.."
Tragedi Saat Main Golf
Cecilia dan beberapa temannya yang terdiri dari gadis-gadis cantik bermain golf di suatu Sabtu pagi yang cerah. Cecilia yang pertama memukul bola dan menyaksikan dengan ngeri saat bolanya langsung menuju ke arah Bejo dan ketiga rekannya yang sedang bermain di lubang berikutnya.
Ya memang, bola golf tersebut membentur Bejo, yang langsung menggenggam kedua tangannya di selangkangan, dan jatuh ke tanah serta terus berguling-guling kesakitan. Cecilia bergegas menuju Bejo dan segera mulai meminta maaf.
Lalu Cecilia berkata, "Perkenankan saya untuk membantu. Saya seorang terapis fisik dan saya tahu saya bisa mengurangi rasa sakit Anda bila Anda mengizinkan."
"Ummph, tidak, tidak, aku akan baik-baik saja... aku akan baik-baik saja dalam beberapa menit," jawab Bejo terengah-engah sambil tetap dalam posisi meringkuk dan masih menggenggam tangannya di selangkangannya.
Tapi karena merasa bersalah, Cecilia tetap bersikukuh, dan akhirnya Bejo mengijinkan untuk membantunya. Dengan lembut Cecilia memegang tangan Bejo menjauh dari selangkangan meletakkannya ke samping, Cecilia melonggarkan celana Bejo, dan lalu memasukkan tangannya ke dalam celana. Cecilia mulai memijatnya.
Cecilia kemudian bertanya, "Bagaimana rasanya?"
Bejo menjawab, "Rasanya menyenangkan, tapi ini ibu jari saya masih sakit sekali."
Ya memang, bola golf tersebut membentur Bejo, yang langsung menggenggam kedua tangannya di selangkangan, dan jatuh ke tanah serta terus berguling-guling kesakitan. Cecilia bergegas menuju Bejo dan segera mulai meminta maaf.
Lalu Cecilia berkata, "Perkenankan saya untuk membantu. Saya seorang terapis fisik dan saya tahu saya bisa mengurangi rasa sakit Anda bila Anda mengizinkan."
"Ummph, tidak, tidak, aku akan baik-baik saja... aku akan baik-baik saja dalam beberapa menit," jawab Bejo terengah-engah sambil tetap dalam posisi meringkuk dan masih menggenggam tangannya di selangkangannya.
Tapi karena merasa bersalah, Cecilia tetap bersikukuh, dan akhirnya Bejo mengijinkan untuk membantunya. Dengan lembut Cecilia memegang tangan Bejo menjauh dari selangkangan meletakkannya ke samping, Cecilia melonggarkan celana Bejo, dan lalu memasukkan tangannya ke dalam celana. Cecilia mulai memijatnya.
Cecilia kemudian bertanya, "Bagaimana rasanya?"
Bejo menjawab, "Rasanya menyenangkan, tapi ini ibu jari saya masih sakit sekali."
Senin, 22 September 2014
Posted by Gudang Humor
Kondom Terbang
Suatu malam Bejo baru saja pulang kerja dan lewat di depan rumah tetangganya ketika tiba-tiba saja sebuah kondom bekas melayang di depan mukanya. Dengan rasa marah campur malu, Bejo melihat kebalkon rumah tersebut dan segera mengetuk pintunya.
Setelah beberapa kali mengetuk pintu, keluarlah seorang laki-laki tua bernama Panjul. Bejo terlibat pembicaraan dengan Pak Panjul.
Bejo : "Pak Panjul, siapa yang sedang berada di ruangan atas rumah Bapak?"
Pak Panjul : "Saya rasa itu bukan urusan Anda sdr. Bejo, tapi karena Anda sangat ingin tahu yang berada di atas adalah anak lelaki dan menantu Saya. Sekarang apa mau Anda?"
"Saya cuma mau bilang kalau, calon cucu Anda baru saja terlempar dari balkon Anda dan Saya ingin mengembalikannya," jawab Bejo tenang sambil memberikan kondom bekas tersebut kepada Pak Panjul.
Setelah beberapa kali mengetuk pintu, keluarlah seorang laki-laki tua bernama Panjul. Bejo terlibat pembicaraan dengan Pak Panjul.
Bejo : "Pak Panjul, siapa yang sedang berada di ruangan atas rumah Bapak?"
Pak Panjul : "Saya rasa itu bukan urusan Anda sdr. Bejo, tapi karena Anda sangat ingin tahu yang berada di atas adalah anak lelaki dan menantu Saya. Sekarang apa mau Anda?"
"Saya cuma mau bilang kalau, calon cucu Anda baru saja terlempar dari balkon Anda dan Saya ingin mengembalikannya," jawab Bejo tenang sambil memberikan kondom bekas tersebut kepada Pak Panjul.



